Tampaknya yang pertama-tama menggunakan ide-ide Neoplatonik dan Phythagorean secara ekstensif di dunia Islam adalah kelompok proto-Ismaili Ikhwan ash-Shafa (Persaudaraan Suci) di Bashrah yang menghasilkan risalah-risalah ensiklopedik pada abad ke-10. Menurut mereka, Pythagoras adalah seorang bijak dari Harran, dan mereka percaya bahwa nabi yang diutus untuk orang-orang Sabian di Harran adalah Idris, yakni Hermes Trismesgitos yang menurut mereka benar-benar mengetahui mistisme angka. Bagi Ikhwan ash-Shafa, numerologi adalah cara untuk memahami prinsip kesatuan yang melatari segala sesuatu. Dalam numerologi, hubungan antara Tuhan dengan dan dunia, atau Yang Suci dan eksistensi, disamakan dengan hubungan antara angka 1 dan angka-angka lainnya.
Angka 7 dan 12 mempunyai peran yang sangat penting. Tujuh, jumlah planet adalah angka lengkap pertama karena merupakan hasil dari 3+4, 2+5, dan 1+6 yakni jumlah dari angka-angka dalam sisi-sisi yang berkebalikan pada sebuah mata dadu. Sementara itu, 9 juga merupakan angka penting sebagai jumlah dari bidang-bidang dan angka ganjil pertama yang mempunyai akar kuadrat. Dan 28 merupakan angka yang paling sempurna karena berhubungan dengan sejumlah penanggalan bulan dan secara khusus dengan Islam serta jumlah huruf Arab. (The Mistery of Number, Annemarie Schimmel)